UNBK Sulit Diterapkan Sekolahan Pulau Penyangga

Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Net

Batam (TERBILANG) – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) masih sulit untuk di terapkan pada sekolah-sekolah yang berada di pulau penyangga karena keterbatasan infrastruktur, kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Kepulauan Riau, Muslim Bidin.

“UNBK di pulau tidak bisa. Ada banyak perangkat yang tidak bisa di pulau, seperti jaringan dan infrastruktur lain,” kata Muslim Bidin saat mengunjungi Pulau Buluh Kota Batam, Selasa.

Ia memahami keinginan pemerintah pusat agar sebanyak-banyaknya sekolah melaksanakan UN berbasis komputer. Namun, kebijakan itu tidak bisa dipaksakan di pulau yang memiliki keterbatasan infrastruktur.

Pemkot Batam akan mengkomunikasikan kendala itu kepada pemerintah pusat agar diberikan keleluasaan.

Bila diperbolehkan, pelaksanaan UN di sekolah-sekolah pulau penyangga tetap menggunakan manual, seperti biasa.

“Kami akan komunikasikan ke pusat agar tidak dipaksakan, baru setelah itu akan bicarakan ke Pak Wali. Sekarang masih koordinasi,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia juga memastikan UN untuk pulau dilaksanakan di sekolah masing-masing, sedikit apa pun jumlah siswanya.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, siswa peserta UN dari sejumlah sekolah di pulau disatukan di beberapa sekolah, untuk memudahkan distribusi soal, pelaksanaan dan pengawasan ujian.

“Pelaksanaannya di sekolah masing-masing, kami tidak mau mengganggu anak-anak,” kata dia.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperluas pelaksanaan ujian berbasis komputer, baik untuk ujian nasional maupun ujian sekolah berstandar nasional.

UN untuk SMK dan MAK akan dilaksanakan 3 sampai dengan 6 April 2017, sedang siswa SMA dan MA, UN pada 10 sampai dengan 13 April 2017.

Kemudian untuk UN SMP/MTs, UN direncanakan berlangsung dalam dua gelombang yaitu pada 2, 3, 4, dan 15 Mei 2017, sedangkan gelombang kedua akan dilaksanakan pada 8, 9, 10, dan 16 Mei 2017.

ANTARA