Setahun Awenizar Nahkodai Bunda Tanah Melayu

Kegiatan diskusi setahun kerja Awenizar menuju Lingga Terbilang 2020, di halaman kator Bupati Daik Lingga, Sabtu (18/2). Ard

SETAHUN sudah perjalanan pasangan Bupati Alias Wello dan Wakil Bupati Muhammad Nizar (Awenizar) memimpin Kabupaten Lingga. Rentan waktu singakat tersebut meninggalkan banyak catatan sebagai bahan evaluasi bagi keduanya meningkatkan kinerja mengejar misi besar menuju Lingga Terbilang tahun 2020.

Sejak keduanya dilantik oleh Gubernur Kepri setahun lalu, tepatnya 17 Februari 2016 di gedung daerah Provinsi Kepri, Awe-Nizar langsung membulatkan tekat membangun Lingga dari berbagai potensi yang dimiliki negeri berjuluk “Bunda Tanah Melayu” itu.

Sejumlah gebrakan dan trobosan langsung pasangan ini tunjukkan pada minggu pertama setelah dilantik. Euforia masyarakat atas kemenangan pasangan nomor urut 4 di Pilkada serentak Kabupaten Lingga, Desember 2015 lalu itu, juga turut memuncak.

Perbedaan pandangan dan pilihan pasangan pemimpin yang lahir di tengah masyarakat saat Pilkada itu berhasil mereka satukan kembali setelahnya. Kerja cepat dan cerdas menjadi landasan utama pasangan ini memimpin oragnisasi pemerintah daerah yang besar itu.

Pada awal bulan Maret 2016 atau dua minggu setelah Awenizar dilantik, program besar pun mulai di luncurkan Awe-Nizar, yakni membuka area persawahan di atas lahan tidur Desa Sungai Besar Lingga Utara.

Trobosan ini benar-benar diluar ekspektasi masyarakat Lingga. Pasalnya, dengan tanpa dukungan anggaran APBD yang saat itu sangat minim dan belum tertuang dalam agenda belanja pembangunan daerah tahun 2016, akan menjadi penghambat pelaksanaannya.

Selain itu, lokasi yang dipilih sebagai lokasi pencetakan sawah itu merupakan lahan langganan bencana banjir saat musim hujan dan kebakaran saat musim kemarau.

Ditambah lagi, Kepulauan Riau khususnya Lingga, tidak pernah memiliki sawah ratusan hektar sebelumnya. Komentar pesimis pun muncul dari banyak pihak saat Alias Wello menyampaikan komitmennya untuk panen beras setelah enam bulan ia di lantik.

“Saat saya menyampaikan kepada publik, bahwa Lingga akan panen beras enam kedepan setelah saya di lantik, masyarakat pesimis,” kata Alias Wello, dalam kegiatan ekspose setahun kerja pasangan Awe-Nizar, menuju Lingga Terbilang 2020, di halaman kantor Bupati Lingga, Sabtu malam.

Kerja besar yang turut menguras isi kantong pribadi Alias Wello untuk mengatasi ketidak mungkinan itu, akhirnya berhasil ia tunjukkan setelah empat bulan program cetak sawah berjalan.

12 Juli 2016 menjadi momen berharga bagi Kabupaten Lingga, dan sekaligus berhasil merubah paradigma Lingga tidak bisa ditumbuh padi, dengan panen perdana sawah percontohan Desa Sungai Besar.

Meskipun Awenizar mengakui hasil yang dicapai sawah Sungai Besar belum maksimal baik secara kualitas maupun kuantitasnya, namun perjalanan program pencetakan sawah tersebut telah berhasil membangun semangat Lingga Terbilang, kepada seluruh lapisan masyarakatnya.

Bahkan, pencapaian itu turut mendapat apresiasi dari Mentri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman. Mentan yang melihat Lingga dari berbagai sisi strategis di bidang pertanian khususnya pangan, ketika kunjungannya ke daerah itu pada 7 September 2016 lalu, ikut membuat komitmen mengalokasikan bantuan cetak sawah seluas 3.000 Hektar sepanjang tahun 2017.

“Saya sangat yakin, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi setelah Lingga memiliki sawah dengan produktivitas tinggi, pasar pangan Singapura harus sudah dapat kita kuasai. Kepri yang dulunya merupakan surga beras impor, ke sepan kita balik menjadi pengekspor beras,” kata Amran saat itu.

Dukungan Mentan menjadi suplemen penyemangat Alias Wello bersama Nizar mencapai mimpi Lingga Terbilang tahun 2020. Semua catatan tentang pencapaian sawah pada panen perdana, jadi PR besarnya bersama jajaran pemerintah daerah untuk membangun keberhasilan yang lebih besar dan melibatkan lingkungan masyarakat yang lebih luas.

 
Pencapaian

Tidak hanya di sisi pertanian, rentang waktu setahun kerja Awenizar juga turut disertai pencapaian-pencapaian di sektor lainnya, yang membawa perubahan Lingga kearah lebih baik.

Adapun beberapa catatan perubahan positif pemerintah daerah selama setahun dipimpin Awenizar yakni, peningkatan konektivitas laut dan darat, kedisiplinan jajaran aparatur pemerintahan, pelayanan pencatatan sipil dan kependudukan, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup dan beberapa sektor lainnya.

Untuk sektor konektivitas, sepanjang satu tahun kerja Awenizar, telah berhasil membuka beberapa akses transportasi baru darat dan laut seperti jembatan penyebrangan antar pulau Singkep dan Lingga dengan kapal Roro, mengadakan sarana transportasi darat perdesaan.

Kemudian, mengaktifkan sarana dan akses transportasi laut pelabuhan Sungai Tenam Lingga yang berhasil memangkas jarak tempuh Lingga ke Tanjungpinang dan Batam, serta membangun sejumlah pelabunan di beberapa titik kebutuhan masyarakat pesisir dan kepulauan.

Sementara itu, pencapaian di sektor pelayanan publik khususnya administrasi kepundudukan, Kabupaten Lingga telah berhasil melakukan pendataan dan perekaman secara elektronik sebanyak 97 persen penduduk Kabupaten Lingga. Pelayanan administrasi kependudukan yang sebelumnya lambat menjadi semakin cepat.

Untuk pendidikan dan kesehatan, sepanjang tahun berjalan, Pemkab Lingga telah meluncurkan program pendidikan gratis 9 tahun dan kesehatan gratis dengan meluncurkan kartu Jaminan Kesehatan Lingga Terbilang (JKLT).

Sedangkan di sektor lingkungan hidup, Pemkab Lingga saat ini tengah sibuk menyiapkan Dabosingkep menjadi kota kecil peraih gelar Adipura pada tahun 2017 ini.

Sejumlah sarana kebersihan seperti tempat pembuangan akhir hingga teknologi pengelolaan dan pemanfaatan sampah sudah mulai berjalan.

Bukan itu saja, Lingga yang memiliki banyak sekali bekas galian tambang timah peninggalan masa lalu, saat ini mulai mendapat sentuhan reklamasi. Tak tanggung-tanggun, Alias Wello membangun kerjasama dengan kedutaan Jerman untuk kegiatan reklamasi lahan bekas galian tambang tersebut.

Selain pencapaian itu, banyak lagi pencapaian lain yang diraih pasangan Alias Wello dan Muhammad Nizar selama kurun waktu setahun kerja tersebut. Meskipun begitu, keduanya menyadari pencapaian selama setahun ini barulah tahap awal.

 

Rencana Kerja

Sejumlah rencana kerja pembangunan dari berbagai sektor sudah dikantongi pasangan Awenizar untuk melanjutkan kepemimpinannya pada tahun kedua.

Beberapa sektor strategis yang akan mewarnai pembangunan tahun 2017 ini, dipaparkan Alias Wello saat kegiatan ekspose setahun kerja tersebut.

Beberapa kerja itu yakni, memekarkan Kecamatan Senayang menjadi empat kecamatan, membangun pusat ekonomi baru di pulau Sebangka, menata sektor pariwisata daerah.

Kemudian, membangun sarana pendidikan tinggi Diploma bidang pertanian bekerjasama dengan Istitut Pertanian Bogor (IPB), peluncuran sejumlah program berbasis ekonomi kerakyatan, serta sejumlah agenda besar lainnya.

Program paling dekat, disampaikan Alias yakni, program Lingga Menanam jilid II, pada 1 Maret 2017 mendatang. Program yang akan dimotori para penggerak PKK tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat khususnya ibu rumah tangga.

Seluruh rumah tangga diharuskan menanam tanaman produktif di pekarangan rumahnya, seperti cabai, terong, timun, dan sejenisnya.

Selain itu, pihak Desa yang sudah memiliki tanah kas desa seluas 5 Hektar, diwajibkan menanam tanaman yang sama dengan skala produksi lwbih besar. Pemerintah daerah akan mensuport bibit dan pupuk serta di berikan reward kepada desa yang di nilai berhasil menghasilakan produksi terbaik.

Diluar itu, sebanyak 12 program strategis unggulan yang tertuang di brosur kampanye Awenizar tahun 2015 lalu, yang belum tersentuh atau belum menunjukkan pergerakan pada tahun awal kepemimpinannya, juga akan mulai di jalankan pada tahun 2017 ini.

Adapun beberapa program strategis yang belum tersentuh itu diantaranya, mengoptimalkan potensi tanaman sagu ribuan hektar di Lingga, pemanfaatan sumberdaya air yang melimpah di Lingga dan berupaya menarik pihak swasta untuk mengkaji potensi sumberdaya mineral di patahan laut pulau Kelombok hingga pulau Berhala.

Alias Wello yang di dampingi Nizar saat penyampaian ekspose setahun kerja tersebut mengungkapkan rasa optimisnya Lingga mampu mencapai mimpi menjadi daerah yang di perhitungkan kedepan.

 

Penulis: Ardhi Auliya