Sejumlah Racun Dalam Pembunuhan Politik

Ilustrasi

Jakarta (TERBILANG) – Kasus dugaan pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Malayasia menghentak dunia. Kepolisian Malaysia mengungkapkan temuan bahwa agen dinas rahasia Korea Utara terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam. Dugaan nuansa politis dalam pembunuhan ini pun merebak.

Apalagi, masih berdasarkan temuan Kepolisian Malaysia, Kim Jong-nam kemungkinan tewas akibat racun berberbahaya bernama “agen saraf VX.” Hal ini seperti mengulang beragam kasus pembunuhan politik dengan menggunakan racun.

Ada beragam jenis racun yang pernah digunakan pembunuhan politik. Ketiga jenis racun ini adalah beberapa diantaranya.

1. Polonium-210

Salah satu racun pernah digunakan untuk pembunuhan politik adalah polonium-210. Seperti dilansir Associated Press, unsur yang ditemukan pada 1898 oleh ilmuwan Marie dan Pierre Curie ini menjadi penyebab kematian pemimpin Palestina Yasser Arafat pada 2004. Intelijen Israel diduga kuat berada di belakang pembunuhan tersebut.

Polonium-210 juga yang merenggut nyawa Alexander Litvinenko, mantan agen Rusia yang membelot ke Inggris pada 2006. Diduga kuat, rezim Moskow berada dibalik pembunuhan Litvinenko.

Polonium-210, sebagaimana dilansir CNN, ketika luruh melepaskan partikel alfa yang berbahaya bagi tubuh. zat tersebut akan merasuk ke aliran darah, limpa, ginjal, dan liver serta sumsum tulang. Akibatnya, tubuh manusia seperti terkena kanker stadium akhir.

Manusia yang terpapar akan mengalami kerusakan liver dan ginjal. Setelah itu, rasa mual dan sakit kepala ekstrem pun akan mengikuti. Sang korban akan mengalami muntah, diare, dan kerontokan rambut. Kematian pun akan tiba dalam rentang waktu beragam, bisa dalam hitungan hari maupun pekan.

2. Sarin

Racun lainnya yang juga pernah digunakan untuk menghabisi lawan politik adalah zat sarin. Adalah Ibnu Al Khattab, pemimpin pemberontak Chechnya, yang tewas diracun zat sarin padaa 2002. Perlawanannya terhadap rezim Rusia di Moskow menjadi penyebab kematian pria bernama asli Samir Saleh Abdullah Al Suwailem ini.

Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), zat ini dibuat di Jerman pada tahun 1938 sebagai pestisida. Namun CDC menyatakan sarin lebih mematikan dari pestisida biasa. Zat ini ‘ampuh’ membunuh manusia apabila dicampur dalam minuman dan makanan.
Selain itu, menyemprotkan sarin ke udara juga bisa membunuh manusia. Sama seperti VX, sarin juga sulit dikenali sebagai zat berbahaya karena berupa cairan bening, tak berwarna, tak berbau dan tak memiliki rasa.

Manusia yang sudah terkena gas sarin, dalam rentang waktu beberapa detik akan mengalami sakit mata,diare, lemas, muntah dan ketidakteraturan detak jantung. Jika terkena sarin dalam jumlah besar, baik berbentuk cair maupun gas, gejalanya akan lebih dahsyat yakni lumpuh, kejang-kejang, hingga tak bisa bernapas.

3. Arsenik

Arsenik adalah racun yang melenyapkan nyawa aktivis HAM Munir Said Thalib pada 2004. Agen Badan Intelijen Negara diduga kuat terlibat dalam pembunuhan pendiri LSM Kontras itu.

Seperti dikutip dari Science.org.au, arsenik merupakan unsur kimia semilogam yang berbentuk bubuk putih, dan tanpa rasa serta bau. Manusia dapat terpapar arsenik melalui makanan, minuman maupun udara.

Manusia yang terkena racun ini akan menunjukkan dua kemungkinan gejala. Kemungkinan pertama adalah kelumpuhan parah yang bisa terjadi dalam waktu 1-2 jam setelah konsumsi. Biasanya, kelumpuhan itu sering diiringi dengan perilaku mengigau atau ketidakwarasan. Sedangkan kemungkinan kedua adalah gangguan pencernaan seperti mual, muntah, sakit kepala, dan diare.

Zat arsenik dapat mematikan manusia karena merusak sistem pencernaan secara hebat sehingga menyebabkan kekacauan bagian dalam tubuh. Akibatnya, kondisi tubuh semakin menurun dan kematian pun tinggal menunggu waktu. (CNNIndonesia).