Pustu Desa Rejai Satu Bulan Tanpa Medis

Ahmad Nashiruddin, Anggota Dewan Komisi I DPRD Lingga. Ist

Lingga (TERBILANG) – Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Rejai Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, sejak satu bulan terakhir tidak menerima pasien, disebabkan kekosongan petugas medis.

Kondisi ini membuat sedikitnya 1.000 jiwa masyarakat yang tinggal di desa yang terpisah pulau dari pusat kecamatan itu, khawatir jatuh sakit.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Lingga, Ahmad Nasirudin, mengaku sering menerima keluhan dari masyarakat setempat lewat telpon. Warga mempertanyakan persoalan kekosongan tenaga medis di Pustu Desa Rejai tersebut.

“Sudah hampir satu bulan tidak ada petugas kesehatan di Desa tersebut, padahal sebelumnya ada dokter keluarga di desa ini,” kata dia, Jumat (10/2).

Akibat kekosongan petugas kesehatan itu, warga yang ingin berobat terpaksa harus ke luar desa. Mereka, tidak mungkin menunggu sampai petugas medis datang. “Orang sakit mana bisa tunggu-tunggu,” kesalnya.

Desa Rejai, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga hanya memiliki satu orang bidan. Hal ini tentu sangat memperihatinkan dengan kondisi masyarakat yang cukup banyak dan di kelilingi laut.

“Desa Rejai membutuhkan penambahan tenaga medis. Tak cukup kalau hanya satu orang,” ujarnya.

Anggota DPRD Lingga dari Fraksi Nasdem ini juga mempertanyakan kebijakan pemerintah setempat yang menarik petugas kesehatan di Desa rejai ke Puskesmas Senayang. Sementara pengganti tidak ada.

“Masyarakat nelpon saya menanyakan hal ini, mereka panik, wajar saja karna yang namanya orang sakit mana bisa ditunggu-tunggu,” sebutnya.

Sementara itu pihak dari Puskesmas Senayang belum dapat di konfirmasi terkait hal ini. Sedanglan Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga mengatakan akan melakukan pengecekan dulu ke lapangan baru memberi konfirmasi.

“Sebentar saya cek dulu, nanti akan saya konfirmasi balik,” Kata kepala Dinas Kesehatan Syamsu Rizal. (*/Red)