Pulau Alor Simpan Manuskrip Al-Quran Tertua di Asia Tenggaran

Manuskrip Al-Quran yang terdapat di Pulau Alor (net)

Jakarta (TERBILANG) –  Kerukukan umat beragama di Indonesia menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang negeri ini. Salah satu contohnya ada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tepatnya di Alor, salah satu dari sekitar 560-an pulau-pulau yang membentuk propinsi NTT. Batas alam Alor di sebelah utara adalah dengan Laut Flores dan sebelah selatan dengan Selat Ombay.

Seperti dilansir dari Good News From Indonesia, pulau yang luasnya tak lebih dari luas Kota Palangkaraya ini dihuni oleh mayoritas pemeluk agama Protestan dan Katolik. Walaupun begitu, ternyata ada kampus STKIP Muhammadiyah di Kalabahi, ibukota Kabupaten Alor. Kampus ini tentu saja menjadi tempat belajar bagi mahasiswa lintas agama, dan sebagian besar adalah mahasiswa non-muslim.

Yang menarik, di pulau Alor terdapat manuskrip Al-Quran tertua di Asia Tenggara (beberapa bahkan menyebutkan sebagai yang tertua di Asia) yang diperkirakan berusia hampir 1000 tahun. Al Quran yang terbuat dari bahan kulit kayu tipis dan tinta serta pewarna alami ini masih 98% utuh kelengkapan ayat dan suratnya.

Menurut sejarah, Al-Quran kuno ini dibawa ke Alor pada 1523 M oleh Iang Gogo dari Kesultanan Ternate (pada masa Sultan Baabullah), yang merantau bersama keempat saudaranya dengan misi penyebaran agama Islam hingga ke Alor. Pada waktu dibawa ke Alor, Al Quran tersebut sudah berumur tua. Kini Al Quran tersebut disimpan di Desa LeraBaing, Alor, di sebuah rumah milik keturunan ke-14 dari Iang Gogo, yaitu Nurdin Gogo.

Letaknya di sebelah masjid yang dibangun pertama kali di pulau Alor, Masjid Babussholah yang tak jauh dari pesisir pantai. Masjid ini dibangun sekitar tahun 1633 Masehi dan sudah beberapa kali direnovasi. Al Quran tertua dan masjid Babussholah termasuk saksi sejarah masuknya Islam di Pulau Alor melalui perdagangan, dan pengaruhnya membuat mayoritas penduduk di pesisir pulau tersebut beragama Islam.

Sementara agama Protestan dan Katolik mulai masuk ke pulau Alor pada awal 1900-an dan penyebarannya lebih banyak di kawasan pedalaman. Karena itu, populasi penduduk beragama Kristen lebih banyak di daerah pedalaman. Namun tak pernah ada gesekan antar umat beragama di pulau kecil nan indah di NTT ini. Bisa dibilang inilah keindahan Indonesia yang sesungguhnya. (Bintang.com)