Pemko Batam Bertekad Majukan Industri Pariwisata

Jembatan Barelang Ikon Wisata Kota batam, Kepulauan Riau. Net

Batam (TERBILANG) – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, bertekad meningkatkan kemajuan industri pariwisata, dengan membangun sejumlah infrastruktur untuk mempercantik kota dan memanjakan wisatawan dalam dan luar negeri yang berkunjung.

“Kalau Batam jadi kota pariwisata, kita bisa hidup. Seperti Bali yang pendapatan asli daerahnya mencapai Rp7 triliun, hanya berharap dari kedatangan wisatawan saja. Kami ingin Batam jadi kota pariwisata,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi saat silaturahmi dengan warga Kecamatan Bengkong di Batam, Minggu.

Ia ingin warga Batam tidak hanya bergantung pada industri galangan kapal dan elektronik yang berkembang di sana, karena potensi industri pariwisata lebih besar ketimbang industri lain.

Terlebih saat ini, ketika harga minyak dunia turun, dan industri galangan kapal serta elektronik ikut tergerus pelemahan ekonomi. Sementara industri pariwisata relatif tidak terpengaruh dengan kondisi itu.

Selain itu, menurut Wali Kota, industri pariwisata memberikan pengaruh lebih banyak kepada masyarakat kota, dengan perputaran industri lain yang berkaitan, seperti hotel, restoran dan transportasi.

Demi mewujudkan rencana itu, Pemkot membangun sejumlah infrastruktur, dimulai dari kawasan bisnis dan perdagangan yang menjadi pusat kota, daerah Jodoh dan Nagoya.

Selain memperlebar jalan di daerah ramai itu, Pemkot juga menata kawasan wisata tersebut, dengan membangun lampu-lampu jalan berbentuk bunga berwarna-warni.

“Infrastruktur sedang kami bangun. Kalau sudah selesai tinggal tata kotanya lagi. Kita ingin Batam jadi kota madani, jadi nuansa agama, budaya akan kita masukkan di situ. Kalau kota kita sudah indah, bapak ibu tak perlu ke Singapura, Johor lagi, di sini saja,” ujarnya.

Setelah Nagoya dan Jodoh, Pemkot juga akan membangun lampu papan nama di setiap kecamatan sebagai ikon daerah.

Namun, nama akan tertera di lampu papan itu disesuaikan dengan sejarah pembangunan kota. Seperti Sungai Panas, yang tertulis nantinya bukan Sei Panas, melainkan Sei Seranggung sesuai nama sungai yang melatarbelakangi berdirinya daerah itu.

“Seluruh daerah akan dibuat ‘branding’ nama seperti yang ada di Lubukbaja dan Sei Jodoh. Jadi orang tahu namanya. Tapi saya minta camat, lurah, bersama tokoh masyarakat rapat dulu membahas apa nama yang mau dibuat, harus dilihat sejarahnya,” pesan Rudi.

ANTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *