Lingga Siap Pasok Air Untuk Kebutuhan Batam  

 

Air Terjun Resun (Ist)

Lingga (TERBILANG) – Pulau Lingga memiliki cukup banyak sumber mata air pegunungan. Beberapa diantaranya diperkirakan memiliki kapasitas ribuan ton per menit.

Sebagian kecil potensi air ini telah termanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat setempat dibawah pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun sisanya terbuang begitu saja lewat aliran-aliran sungai yang hilirnya langsung menuju ke laut.

Pemerintah Kabupaten Lingga sejauh ini masih berupaya mencari cara yang tepat dan efisien untuk mengolah potensi dari alam itu menjadi salah satu sumber pemasukan daerah, sehingga tidak semuanya terbuang ke laut.

Kasubbag Humas Bagian Kominfo dan Humas Setda Lingga, Sabirin di Daik, Sabtu (10/2) mengatakan, salah satu rencana pemerintah untuk mengelola potensi air tersebut yakni dengan menawarkan kerjasama kepada perusahaan penyedia kebutuhan air industri di Kota Batam.

“Untuk langkah dekat ini, Daerah berencana membuat kerjasama penyediaan air bersih dengan beberapa perusahaan penyedia pasokan air kapal-kapal industri di kota Batam,” kata dia.

Menurut Sabirin, sasaran penjualan air bersih ke Batam karena memandang beberapa hal diantaranya, kota industri terbesar di Kepulauan Riau itu mulai mengalami krisis air bersih, kebutuhan masyarakatnya terhadap air cukup besar dan kebutuhan air untuk Industri juga cukup besar.

Selain itu, beberapa perusahaan penyuplai air bersih ke kapal-kapal tanker yang labuh dan sandar di laut Batam, mulai kesulitan mendapatkan pasokan air.

“Lingga memiliki peluang cukup besar untuk mengatasi kebutuhan itu. Di daerah ini sedikitnya ada tujuh air terjun dengan debit air melimpah, dan belum termanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.

Menurut Sabirin, selama kebutuhan masyarakat Lingga tercukupi, maka tidak ada salahnya air yang terbuang ke laut itu sebagiannya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan daerah lain. Namun, tetap mengacu pola bisnis.

Dia menggambarkan, air terjun Resun mengalirkan ribuan ton air bersih setiap menitnya dari mata air pegunungan. Kualitas air terjun di Desa Resun itu sudah masuk dalam kualitas yang tidak diragukan.

Sama halnya dengan air terjun Jelutung di desa Mentuda, yang beberapa waktu lalu sudah mendapat lirikan dari berbagai kalangan investor terutama perusahaan pengembang sektor energi.

“Nikmat air bersih yang berkecukupan ini jika dimanfaatkan akan menghasilkan pendapatan yang baik pula. Sembari membantu kabupaten/kota lain yang kekurangan pasokan air bersih,” tutupnya. (Red)