Kemenag Kepri Dorong Sertifikasi Tanah Wakaf

Kakanwil Kemennag Kepri, H Marwin Jamal. Net

Batam (TERBILANG) – Kementerian Agama Wilayah Provinsi Kepulauan Riau mendorong dilakukannya sertifikasi tanah wakaf dari warga agar mendapat kepastian hukum dan bisa segera dimanfaatkan untuk kepentingan umat.

Kepala Kanwil Kemenag Kepri Marwin Jamal di Batam, Kepri, Kamis, mengatakan hingga kini jumlah tanah wakaf yang tersertifikasi masih minim sehingga berbagai rencana pembangunan masih harus ditunda.

“Proses sertifikasi masih jalan di tempat, padahal sejak tahun 2014 kami sudah menandatangani Nota Kesepahaman kerja sama dengan BPN, namun prosesnya masih terasa lambat,” kata Marwin Jamal.

Ia meminta setiap Kemenag Kabupaten dan Kota di Kepri mengingatkan kembali komitmen BPN Kabupaten/Kota untuk menyelesaikan sertifikat tanah wakaf.

Kemenag telah menyusun berbagai rencana pemanfaatan tanah wakaf namun karena sertifikasi tanah wakaf adalah syarat penggunaan dana pemerintah maka rencana itu belum bisa direalisasikan.

“Saat ini apapun proses pembangunannya baik tanah wakaf, madrasah atau apapun itu, jika dibangun menggunakan uang negara maka syaratnya lahan harus bersertifikat,” kata dia.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Pemberdayaan Wakaf Kemenag Kepri Husaini menyatakan sebenarnya potensi wakaf di Kepri relatif besar bahkan mengalahkan potensi zakat.

Itu karena wakaf yang dilakukan masyarakat banyak berupa tanah yang nilainya terus naik setiap tahun.

Kemenag RI, kata dia, terus mendorong wakaf untuk digunakan sebagai lahan investasi yang produktif.

Bahkan Direktur Pemberdayaan Wakaf Kemenag RI saat ini sedang gencar mendata tanah wakaf yang luasnya diatas 5.000 meter persegi untuk ditawarkan kepada investor demi dikembangkan menjadi tanah wakaf produktif.

“Persoalannya di Kepulauan Riau banyak tanah wakaf yang belum selesai sertifikatnya,” kata dia.

ANTARA