Kanwil DJBC Kepri Sita 24 Ton Bawang Merah

Petugas DJBC Amankan Bawang Merah Ilegal (Net)

Karimun (TERBILANG) – Petugas kapal patroli Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri menyita 24 ton bawang merah dari tiga kapal penyelundup. Dua kapal tanpa nama yang ditangkap Minggu (12/2) mengangkut sekitar 8,1 ton dan 7,9 ton dengan total 16 ton. Sementara, KM Putri Maria mengangkut sekitar 8 ton bawang merah ditangkap Selasa (14/2).

 

Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi (PSO) Kanwil DJBC Khusus Kepri Raden Evy Suhartantyo dalam keterangan pers di Dermaga Ketapang, Selasa (21/2) mengatakan, dua kapal motor (KM) tanpa nama tersebut berlayar dari Port Klang Malaysia tujuan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara.

 

“Kapal patroli Satgas dengan nomor lambung BC-30001 berhasil menegah dua kapal tanpa nama sekaligus pada hari Minggu, 12 Februari pukul 08.30 WIB di perairan Pulau Aruah. Muatan dua kapal tersebut merupakan hasil langsiran atau over seat dari kapal dari Port Klang, Malaysia,” ungkap Evy.

 

Kata Evy, pihaknya masih melakukan penelitian atau penyelidikan terhadap kapal yang melakukan over seat kepada dua kapal tanpa nama dari Port Klang, Malaysia tersebut. Saat ini prosesnya masih berlangsung. Kapal tanpa nama pertama dinakhodai HSN, kapal kedua dinakhodai BH dengan anak buah kapal (ABK) masing-masing 3 orang.

 

Dijelaskan, nilai barang dari 16 ton bawang merah tersebut sekitar Rp567 juta dan perkiraan kerugian negara sebesar Rp232.470.000. Sementara, kerugian immateril dapat merugikan petani dan pasar lokal dalam negeri. Saat ini, seluruh muatan kapal beserta nakhoda dan ABK sudah berada di Kanwil DJBC Khusus Kepri.

 

Tangkapan selanjutnya adalah KM Putri Maria yang mengangkut sekitar 8 ton bawang merah dari Batu Pahat, Malaysia tujuan Tanjungbatu, Kabupaten Karimun. Kapal Motor Putri Maria dinakhodai BB dengan ABK sebanyak 2 orang. Kapal penyelundup tersebut ditegah kapal patroli BC-5002 di sekitar perairan Pulau Asam.

 

“KM Putri Maria mengangkut 8 ton bawang merah dengan nilai Rp283,5 juta dan perkiraan kerugian negara sekitar Rp116.235.000. Alasan penindakan kapal tersebut karena tidak dilengkapi dengan dokumen pelindung yang sah. Kapal itu sengaja mengangkut barang larangan dan pembatasan impor,” jelas Evy.

 

Kata Evy, pihaknya telah menetapkan nakhoda kapal KM Putri Maria inisial BB sebagai tersangka, yang saat ini sudah dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Tanjungbalai Karimun. Sementara, ABK kapal diperiksa sebagai saksi, dan muatan kapal sudah dilimpahkan ke Bidang Penyidikan dan Barah Hasil Penindakan.

Tangkap Rokok

Petugas patroli BC-911 juga melakukan penegahan boat pancung tanpa nama muatan 183.200 batang rokok merek H-Mild yang seharusnya beredar di kawasan Free Trade Zone (FTZ). Kapal tersebut ditegah di perairan Pulau Kepala Gading pada Rabu (8/2). Kapal tersebut berlayar dari Tanjungriau, Batam menuju Pulau Terong.

 

Boat pancung tanpa nama tersebut dinakhodai AA dengan ABK satu orang. Muatan boat pancung dengan jumlah 183.200 batang rokok tersebut sekitar Rp57.250.000 dan perkiraan kerugian negara sekitar Rp63.753.600. Alasan penindakan, karena membawa muatan rokok eks kawasan bebas dari Tanjungriau tujuan Pulau Terong.

 

“Modus operandi yang dilakukan kapal tersebut adalah dengan mengeluarkan barang kena cukai khusus kawasan FTZ. Tindak lanjut yang dilakukan adalah, pengangkut dikenakan denda sebesar Rp15 juta sesuai Pasal 38 PP no 10 tahun 2012. Sementara, 183.200 rokok menjadi barang milik negara,” ungkap Kabid Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan, Winarko DS. (Haluankepri)