Istri Wabup Bacakan Kalam Ilahi di Pembukaan STQ Kecamatan Senayang

Maratussaliha Nizar, Istri Wabup Lingga membacakan ayat suci Al-Qur’an di pembukaan STQ Kecamatan Senayang. Ist

Lingga (TERBILANG) – Keriuhan masyarakat yang memenuhi sekitaran astaka sederhana STQ ke-7 Kecamatan Senayang di lapangan voly Desa Mamut, Rabu (23/2) malam itu, tiba-tiba senyap menyaksikan seorang wanita berpakaian gamis ala Qori’ah melangkah perlahan ke sisi depan panggung.

Wanita paruh baya berkulit cerah itu mengucap salam dan membuka perlahan kitab suci Al-Qur’an yang sudah ditempatkan sebelumnya di atas panggung bernuansa islami tersebut.

Selang beberapa saat, suara merdu wanita berparas molek itupun keluar dari alat pengeras suara yang berada di kedua sisi panggung. Beberapa bait Surat Al-Baqarah yang dibacarakannya saat itu mengalun dengan indah layaknya lantunan Qori’ah handal dalam kaset yang diputar di surau-surau sebelum waktu azan tiba.

Penampilan dan kemampuannya membaca kalam ilahi membuat terkesima para tamu undangan dan masyarakat yang menyaksikan pembukaan STQ Kecamatan Senayang.

Muncul tanda tanya di wajah masyarakat saat itu, siapa sosok wanita pemilik suara merdu tersebut?

Tanda tanya itu tak berapa lama terjawab, setalah si wanita mengakhiri bacaan ayat suci, dan melangkah perlahan turun dari astaka menuju tempat duduk awalnya di sebelah orang nomor dua Kabupeten Lingga, yakni Wakil Bupati Muhammad Nizar S.Sos.

Wanita itu Maratussaliha Nizar, istri dari wakil Bupati Lingga yang berkesempatan mendampingi sang suami menghadiri pembukaan STQ Kecamatan Senayang malam itu.

STQ ke-7 Kecamatan Senayang ini pertama kalinya digelar Desa Mamut. Seperti STQ di tingkat kecamatan-kecamatan Lingga lainnya, perhelatan itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lingga M Nizar S.Sos.

Wakil Bupati Lingga M Nizar S.Sos, dalam sambutannya, menyampaikan salam dari Bupati Lingga H Alias Wello, yang tidak dapat hadir karena beberapa hal. Namun Bupati Lingga berpesan agar pelaksanaan STQ di Kecamatan Senayang itu dapat menjadi momen membangun spirit dan rohaniah masyarakat Kecamatan Senayang maupun Lingga umumnya.

Nizar juga mengapresiasi kegiatan magrib mengaji yang saat ini sedang di upayakan berjalan oleh pemerintah Kecamatan Senayang. Pemerintah daerah, kata Nizar, akan selalu siap mendukung program-program yang bermanfaat besar seperti itu.

“Apa yang disampaikan ketua LPTQ Kecamatan Senayang agar Maghrib Mengaji ini bisa bangkit kembali. Pemda sangat mendukung dan antusias,” ujarnya.

Selain membangun sisi rohani, Pemkab Lingga juga mencari pesantren-pesantren yang hari ini belum tersentuh. Sebagaimana untuk perjuangan agama di pulau Medang yang terseok perlu di bantu pemerintah.

“Jadi, kegiatan tahunan ini jangan sampai terkesan memenuhi DPA kecamatan saja. Namun lebih dari itu, sebagai pembelajaran yang layak dan bagus. Itu harapan kita. Maka STQ ini resmi saya buka, dengan baca Bismilah,” ujarnya.

Sebelumnya di buka oleh Wabup, Ketua LPTQ Kecamatan Senayang, Zulbahar, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Desa Mamut sebagai tuan penyelenggara, sekaligus mengapresiasi pencapaian yang di torehkan desa itu.

Dengan peserta atau kafilah dari 1 kelurahan dan 18 desa, yang jumlah keseluruhannya mencapai 117 peserta itu, STQ Kecamatan Senayang ini diharapakan mencapai tujuannya yakni menjaring qori dan qori’ah terbaik Kecamatan di tiap cabang yang dilombakan, seperti tartil, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an dan Khatil Qur’an.

“Sesuai tema STQ kali ini yaitu untuk menggemarkan masyarakat Senayang agar mengamalkan ajaran islam dan isi kandungan Alqur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Zulbahar.

Dikatakan, untuk mengaplikasi nilai Alqur’an, kecamatan Senayang mencanangkan gerakan Majelis Maghrib Mengaji. Agar dapat menerapkan baca Alqur’an sehari-hari.

“Sumber dana STQ yang ketujuh APBD Kab Lingga 2017. Kita berterimakasih kepada Kades Mamut Marjono. Alhamdulilah kades dapat menalang duluan. Beliaupun menyiapkan piala untuk lomba pawai ta’ruf,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Camat Senayang, Rosmalisa mengatakan momentum STQ kali ini mendatangkan sejumlah dewan juri yang baru. Dengan ketua khalifah dari Dab Singkep satu orang. Ustad dari pulau Medang.

Kepada Qori-Qori’ah yang mengikuti lomba, Rosmalisa berpesan, agar dapat kiranya mempersiapkan, meningkatkan mutu bacaan dan teknik teknik bacaan lagi.

“Meskipun belum memasang target untuk MTQ pada tahun 2018, namun Kecamatan Senayang bakal jadi tuan rumah MTQ Kabupaten 2018 mendatang,” ujarnya.

Turut hadir pada malam pembukaan tersebut, sejumlah kepala desa yang ada di kecamatan Senayang. Ketua MUI Lingga, ketua LAM kecamatan Senayang, Kabag Humas Pemkab Lingga Manasri.