Exotisnya Pantai Busung, “Bule Saja Tau..!”

Pantai Busung Desa Penuba Kecamatan Selayar. (Tarqi)

PULAU kecil berpasir putih dan ditumbuhi beberapa batang pohon kelapa, berjarak sekitar 100 meter dari bibir pulau Selayar itu memang menawan. Pulau ini di sebut masyarakat setempat dengan nama Pantai Busung.

Saat air laut surut, hamparan pasir putih landai menghampar di depan pulau mungil itu. Susana pantai akan semakin mempesona ketika matahari pagi memanjat cakrawala membawa bias warna keemasannya.

Sedangkan saat air pasang, pantai ini berubah menjadi kolam renang raksasa yang dangkal dengan air jenih beriak hijau kebiru-biruan.

Sejumlah anak tampak gembira bermain air di pantai Busung. (Tarqi)

Sulit untuk menggambarkan keindahan alami yang begitu komplit dimiliki pantai tersebut dalam tulisan singkat ini. Namun, belum ada pengunjung pantai tersebut yang kembali tanpa membawa pengalaman indahnya bersantai di Pantai Busung Desa Penuba, Kabupaten Lingga itu.

Seperti cerita Moran, salah seorang wisatawan lokal ini misalnya. Dia mengatakan, dari banyak pantai yang sudah ia kunjungi di Kepulauan Riau, Pantai Busung tidak kalah indahnya.

Memang untuk fasilitas wisata, pantai ini tidak memiliki fasilitas handal seperti pantai-pantai lainnya di Kepri. Namun, soal kealamian dan eksotisme alam yang tersaji di pantai ini, Moran memberikan dua jempolnya.

“Tak ada alasan untuk tidak memuji keindahan Pantai Busung. Kalau soal ketenangan, kenyamanan, dan kebersihan, pantai ini “best”. Cobalah sekali-sekali main kemari. Bule saja tau, pantai ini indah,” ungkapnya.

Untuk ke pantai tersebut tidak begitu sulit, pengunjung bisa lewat pelabuhan domestik Jagoh Kabupaten Lingga. Dari pelabuhan itu, kita bisa naik perahu kayu tujuan Penuba, yang tarifnya sekitar 10 ribu perorang. Lewat perjalanan laut sekitar 15 menit, kita sudah sampai ke Pelabuhan Penuba.

Moran, salah seorang wisatawan lokal berselfie bersama sang istri di sekitar pantai Busung. (Tarqi)

Di pelabuhan Desa Penuba, Kecamatan Selayar, kita bisa naik ojek atau menyewa kendaraan roda dua yang ada di sekitar pelabuhan, dan bisa langsung menuju ke pantai sebelah timur Kecamatan Selayar itu.

Setelah menempu 15 menit perjalanan darat melalui jalan aspal dan semenisasi, kita sudah akan tiba di jembatan kayu selebar 2 meter, yang menghubungkan pulau Selayar dengan Pantai Busung.

“Bisa bawa motor langsung ke pulau itu. Jembatannya sudah lumayan bagus lah,” ungkap Moran.

Fasilitas yang tersedia di Pantai Busung sementara ini hanya fasilitas dasar saja, seperti dua buah gazebo dan satu kantin kecil milik warga pemilik pulau ini.

“Sebetulnya, kalau pemerintah mau bangun homestay di sini sangat bagus. Momen paling mahal di sini, saat pagi hari ketika sunrise. Jadi kalau kita bisa nginap pasti lebih asyik,” ungkapnya.

Dari perbincangan Moran dengan Ramli, pemilik sekaligus pemelihara pantai bersih itu, sang pemilik sangat ingin menghadirkan sarana homestay di pulau itu. Ia telah berkomitmen untuk tidak menjualnya, namun kalau mau bangun fasilitas wisata, ia mempersilakan.

Pulau kecil menawan di sekitar bibir pantai Kecamatan Selayar, yang di kenal dengan nama Pantai Busung. (Tarqi)

Namun, sebagai masyarakat yang hidupnya pas-pasan, sulit rasanya merealisasikan mimpi itu. Dia hanya berharap pemerintah dapat memberi sentuhan pembangunan, seperti yang dilakukan pemerintah sebelumnya, yakni membangun dua buah gazebo di pantai tersebut.

 

Penulis: Ardhi Auliya