Dunia Pendidikan Karimun Tercoreng

Ilustrasi

Karimun (TERBILANG) – Dunia pendidikan Karimun tercoreng. Remaja usia sekolah mulai masuk hotel. Bahkan, mereka tak segan-segan menjadi tamu hotel di saat jam pelajaran masih berlangsung. Temuan itu terungkap saat hearing Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan Panitia Khusus (Pansus) Penyelenggaraan Pendidikan DPRD Karimun, belum lama ini. Ketua Pansus Penyelenggaraan Pendidikan Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karimun Anwar Abu Bakar saat ditemui di rumah dinas Bupati Karimun kepada Haluan Kepri mengatakan, informasi adanya remaja usia sekolah yang mulai masuk ke hotel merupakan tamparan keras bagi seluruh pemangku kepentingan di Karimun.

“Beberapa hari lalu, kami melakukan hearing dengan Satpol PP. Saat hearing tersebut, Sekretaris Satpol PP, Dasril mengatakan, kalau pihaknya menemukan remaja usia sekolah mulai masuk menjadi tamu hotel. Itu diketahui ketika mereka melakukan razia di sejumlah hotel di Karimun,” ungkap Anwar.

Kata Anwar, selama ini pihaknya hanya mendapat laporan terkait kenakalan remaja seperti perkelahian ataupun kebut-kebutan di jalan raya dengan sepeda motor. Namun, jika ada remaja usia sekolah apalagi pelajar perempuan yang mulai masuk ke hotel, maka ini harus menjadi perhatian serius.

“Informasi ini mengejutkan kami semua. Baru kali ini saya mendengar ada pelajar perempuan yang mulai masuk ke hotel. Ini harus menjadi perhatian kita semua. Kami dengan tegas meminta kepada manajemen hotel agar tidak sembarangan menerima tahu hotel. Resepsionis harus memeriksa kartu identitas pengunjung terlebih dahulu,” tuturnya.

Menurut dia, saat ini pihaknya masih menggodok rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Karimun. Salah satu yang menjadi kajian adalah kenakalan remaja. Salah satu laporan yang diterima, adanya kasus pelajar perempuan yang mulai masuk ke hotel.

“Kami tengah mengkaji sanksi yang akan diberikan kepada pihak hotel yang telah dengan sembarangan menerima tamu hotel bersama pihak terkait lainnya. Harusnya, resepsionis hotel memeriksa kartu identitas tamu terlebih dahulu. Jika ditemukan remaja usia sekolah yang masuk hotel, ya jangan diterima. Jangan cari untung saja,” kata Anwar.

Sementara, Kepala Satpol PP Karimun AKBP TA Rahman yang juga diwawancari di rumah dinas Bupati Karimun menjelaskan, hingga saat ini pihaknya tidak pernah menerima laporan adanya remaja usia sekolah yang masuk ke hotel. Jika informasi itu terungkap ketika hearing dengan DPRD Karimun. Dia mengaku tidak hadir saat hearing tersebut.

“Saya belum mendapat informasi soal itu (remaja usia sekolah yang masuk ke hotel). Kalau soal hearing saya juga tidak tahu, karena saya tidak hadir saat hearing itu. Yang jelas, saya tidak pernah mendengar atau menemukan remaja sekolah masuk ke hotel saat razia,” pungkas Rahman. (Haluankepri)