Disbudpora Bintan Usulkan Bukit Kerang dan Dapur Arang Jadi Cagar BUdaya

Bukit Kerang yang diusulkan sebagai Cagar Budaya oleh Disbudpora Bintan (Net)

Bintan (TERBILANG) -Bukit Kerang di Kelurahan Kawal Kecamatan Gunung Kijang serta Dapur Arang di Desa Berakit Kecamatan Teluk Sebong direncanakan akan dijadikan sebagai situs cagar budaya oleh pemerintah. Tahun ini, realiasasi rencana itu akan diwujudkan. Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Bintan masih menunggu tim dari Kementrian terkait untuk menurunkan yang akan mengkaji dua situs kepunyaan Bintan tersebut.

 

“Kita sudah surati kementrian untuk menurunkan tim ahli cagar budaya mengecek situs Bukit Kerang dan situs Dapur Arang untuk dijadikan cagar budaya. Tahun ini Insya Allah bisa jadi cagar budaya kita,” tutur Kepala Disbudpora Bintan Makhfur Zurachman di Gunung Kijang, Rabu (22/02) kemarin.

 

Dia menuturkan, pihaknya saat ini menunggu kedatangan tim untuk melakukan penelitian apakah kedua cagar budaya tersebut layak dijadikan sebagai situs budaya. Menurut dia, pengembangan budaya di Bintan harus lebih baik lagi agar banyak wisatawan yang datang. Diharapkan cagar budaya ini dapat mendongkrak jumlah  pengunjung ke Bintan.

 

“Kebudayaan harus dikembangkan lebih bagus lagi. Selama ini wisatawan yang datang ke Bintan tidak akan bertahan lama karena tidak terlalu banyak yang bisa dinikmati,” ujarnya.

 

Bila dua lokasi itu bisa dijadikan cagar budaya, Makhfur yakin kemajuan sektor pariwisata juga akan menikmati hasilnya. Sebab, diprediksi para wisatawan nantinya bisa menikmati lebih lama saat berlibur ke Bintan. “Jadi kalau semua tempat bisa kita tawarkan, khusus di pantai timur pulau Bintan (Trikora) ini bisa seharian mereka (Turis) berkunjung, otomatis akan lebih lama mereka disini,” ungkapnya.

 

Selain itu juga, didaerah Bukit Kerang nantinya akan dibuatkan wisata mangrove. Sehingga sebelum menuju Bukit Kerang yang konon katanya merupakan tempat kehidupan manusia sebelum masehi itu, para wisatawan kata dia, bisa menikmati keindahan hutan mangrove.

 

“Mudah-mudahan semua berjalan sesuai rencana,” tutupnya. (Haluankepri)