Darlisa Buktikan Warga Pulau Bisa Berkebun

Ketua PKK Desa Penaah, Darlisa sedang merawat tanaman hidroponiknya. Ist

Lingga (TERBILANG) – Hidup di pulau kecil seperti Pena’ah Kecamatan Senayang, tak menyurutkan niat Darlisa untuk menyalurkan hobinya bercocok tanam. Istri kepala desa sekaligus ketua penggerak PKK desa Penaah itu mensiasati kendala minimnya lahan bercocok tanam dengan pola hidroponik.

Memanfaatkan pipa bekas dan beberapa wadah plastik bekas, sayur-sayur yang ia tanami berhasil tumbuh dengan hijau dan segar.

“Mengingat harga sayuran yg mahal, apalagi di Pena’ah ini, untuk kebutuhan sayuran kita harus membeli ke ibukota Daik Lingga atau di pesan dulu baru bisa mendapat sayur. Harganyapun jadi sangat mahal. Maka lebih baik tanam sendiri,” kata Darlisa.

Oleh sebab itu, Hidroponik menjadi cara efektif bagi masyarakat di pulau-pulau Senayang untuk bercocok tanam. Selain bisa memenuhi kebutuhan sayuran untuk konsumsi sendiri, hasil tanaman ini juga mambantu menekan belanja kebutuhan sehari-hari.

Darlisa menunjukkan beberapa tanaman yang ia tanam dengan media tanam hidroponik. Ist

Keberhasilan Darlisa bercocok tanam dengan pola hidroponik sederhana tersebut, sempat beredar di media sosial. Foto-fotonya sedang beraktifitas merawat tanaman hidroponiknya yang subur dan hijau itu di unggah oleh akun facebook aktivis buta aksara suku laut Pena’ah Densy Diaz.

Dalam akun tersebut, Densy memaparkan keinginan PKK yang dipimpin Darlisa untuk menggalakkan kegiatan bercocok tanam dengan media tanam hidroponik.

Wadah tanam hidroponik milik Darlisa. Ist

Darlisa mengaku siap mengajarkan seluruh IRT di desa tersebut mulai dari menyiapkan wadah, menyemai bibit, hingga merawat sampai panen. Dengan harapan kebun hidroponik ini nanti bisa menjadi produk unggulan di desa Pena’ah.

“Susah mendapat kan sayur segar. Kalau sudah berkebun hidroponik sendiri, akan tidak susah lagi imbuh nya,” tulis Densy.

Sayur sawi yang di tanam Darlisa dengan pola Hidroponik. Ist

Densy juga menyebutkan bahwa pola bercocok tanam hidroponik yang ditekuni ibu Darlisa, diajarkan langsung oleh salah satu pentolan LKPI Kepri, Rudi Susanto, saat kegiatannya di desa tersebut.

“Tak sia-sia GPSL mengajak Pak Rudi susanto dari LKPI ke Pena’ah beberapa waktu yg lalu. Karena ilmu yg di dapat dari pak Rudi sudah di bukti kan oleh kepala desa Penanah,” singgung Densy di akun Facebooknya.