BKD Minta SKPD Tak Lagi Terima Tenaga Honorer dan Kontrak

ilustrasi

Batam (TERBILANG) – Kepala Badan Kepegawaian,Diklat dan SDM Kota Batam, M. Syahir meminta semua SKPD untuk tak lagi menerima pegawai honorer atau kontrak. Ini akan membebani anggaran yang ada. Bahkan pegawai kontrak yang habis masa kerjanya dipastikan tidak akan diperpanjang.

“Kalau di sekretariat, sekali lagi saya tegaskan, tidak akan ada penerimaan. Kami stop baik itu kontrak. Kalau perjanjian kontraknya sudah selesai, ya distop. Jadi cenderung kami lakukan penurunan jumlah pegawai non PNS,” kata Syahir usai menghadiri paripurna DPRD Batam, Senin (20/02) lalu.

Syahir mengatakan saat ini jumlah PNS yang ada sudah cukup untuk difungsikan di semua SKPD. Kalau pun ada SKPD yang menerima pegawai, itu harus dilaporkan.

“Kalau kita minta jangan ada lagi penerimaan. Kalau pun ada OPD yang baru, menurut saya bisa dimutasi dari OPD yang punya pegawai lebih banyak,” katanya.

Menurutnya, saat ini ada beberapa OPD yang memiliki tenaga kontrak dan honorer yang lebih dari cukup.

“Saya lupa total berapa jumlah pegawai honorer dan kontrak di Batam ini, tetapi memang agak besar. Tidak sampai 10 ribu tetapi mungkin sekitar 3-5 ribuan,” katanya.

Anggota komisi I DPRD Kota Batam Tumbur M Sihaloho mengatakan jumlah pegawai honorer dan kontrak sudah memadai. Ia meminta agar Pemko Batam memperhatikan kesejahteraan tenaga kontrak yang ada saat ini.

“Kalau pegawai kontrak dan honorer di semua OPD saja diperhatikan semua sudah bagus. Dan menurut saya fungsi dari setiap anggota PNS harus diaktifkan,” katanya.

Menurut politisi dari PDI Perjuangan tersebut saat ini banyak tenaga honorer dan kontrak yang digaji tidak sesuai ketentuan. Seperti beberapa waktu lalu, di mana banyak tenaga medis di RSUD yang gajinya belum dibayarkan sepenuhnya.

“Semua OPD harus bertanggungjawab dengan pegawai. Harus diperhatikan, karena mereka yang mempekerjakan maka hak dari pegawai itu harus diberikan,” katanya. (Batampos)