AIA Bangun Sentra Pertanian Bawang Organik di Lingga

Jajaran Direksi PT AIA meninjau balak lahan percontohan kebun bawang organik di Tanah Putih Singbar (Ist)

Lingga (TERBILANG) – PT Agro Inti Agriculture (AIA) segera membuka lahan pertanian bawang organik skala industri di Kabupaten Lingga, jika sukses melakukan ujicoba penerapan teknologi Nano Bio pada lahan seluas 5 hektar di Tanah Putih, Kecamatan Singkep Barat.

Direktur Utama PT AIA, Indra Sudirman melalui Direktur Operasionalnya Erwan Bachrani di Dabosingkep, Minggu (26/2) mengatakan, pihaknya telah diberi kesempatan oleh Bupati Lingga untuk membuka 5 Hektar lahan percontohan di kawasan tersebut.

“Untuk tahap awal ini perusahaan akan menanam di lahan percontohan dulu. Rabu (01/03) mendatang, kami sudah mulai,” kata dia.

Perusahaan swasta nasional yang berkantor di Batam Kepulauan Riau ini, menurut Erwan, cukup serius membangun investasi pertanian skala industri di Kabupaten Lingga.

Bahkan AIA juga sudah menjalin kerjasama penerapan teknologi pertanian organik dengan perusahaan dari Thailand. Perusahaan Thailand yang beberapa bulan lalu pernah berkunjung di Lingga itu sangat serius untuk mendistribusikan produk Nano-nya.

“Selain beras organik, Lingga juga akan swasembada bawang organik nantinya. Bawang ini hanya membutuhkan waktu 60 hari saja untuk mencapai masa panen, dimana per hektarnya bisa mengahsilkan 20 ton bawang,” ungkap Erwan.

Selain bawang, lanjutnya, pihak perusahaan juga akan membangun investasi di sektor peternakan sapi pada lahan seluas 50 Hektar.

“Perusahaan telah menyiapkan lahan seluas 50 Hektar di Desa Batu Berdaun, untuk usaha penggemukan, pemotongan dan pembibitan sapi,” ungkapnya.

Sejauh ini, kata dia, pihak perusahaan tengah mempersiapkan beberapa hektar lahan untuk menanam rumput gajah sebagai pakan ternak.

“Insya Allah dalam 4 bulan kedepan kita sudah mulai mendatangkan ternaknya dengan jumlah 500 ekor untuk tahap pertama,” terangnya.

Dia berharap, rencana PT AIA membangun investasi bidang pertanian di wilayah Kabupaten Lingga, dapat sejalan dan mendukung misi pembangunan daerah tersebut. (Red)